Harga Minyak “Ditarik Dua Arah”: Kazakhstan Pulih, Iran & Badai Jadi Alarm
Harga minyak melemah pada hari Senin (26/1) karena pasar mulai melihat pasokan dari Kazakhstan (OPEC+) membaik—menutupi kekhawatiran bahwa badai musim dingin di AS bakal mengganggu produksi.
Harga terupdate kontrak Maret:
WTI turun 0,61% ke $60,68/barel.
Brent turun 0,35% ke $64,82/barel.
Sentimen supply membaik setelah gangguan ekspor Kazakhstan mereda. Reuters melaporkan produksi di ladang raksasa Tengiz mulai berjalan lagi secara bertahap setelah shutdown, dan output akan dinaikkan pelan-pelan.
Selain itu, Reuters juga menyebut jalur Caspian Pipeline Consortium (CPC) sudah kembali berjalan kapasitas penuh setelah perawatan—membantu menurunkan rasa “takut kekurangan pasokan”.
Di AS, badai musim dingin tetap jadi faktor yang diawasi. Dampaknya nyata—Reuters memperkirakan badai sempat memangkas sekitar 250 ribu bph produksi, termasuk dari Oklahoma dan Texas. Tapi pasar masih menilai gangguan ini cenderung sementara, jadi dorongan naiknya harga terbatas.
Lapisan risiko lain datang dari Timur Tengah. Pengiriman aset angkatan laut AS ke kawasan dan ketegangan AS–Iran menjaga premi risiko geopolitik tetap ada, walau belum cukup kuat untuk mengalahkan cerita “pasokan mulai longgar”.
Dari sisi OPEC+, pasar juga membaca sinyal “tahan dulu”. Sumber Reuters menyebut OPEC+ kemungkinan memperpanjang jeda kenaikan produksi (pause) setidaknya hingga Maret, dengan keputusan kunci dibahas pada pertemuan 1 Februari.
Intinya: minyak lagi ketarik dua arah—Kazakhstan pulih = bearish, sementara badai AS + Iran = bullish. Untuk sementara, yang menang adalah narasi pasokan yang membaik, makanya harga cuma turun tipis, bukan ambruk. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id