Ketegangan Naik, Emas Tetap Kokoh Dekat ATH
Emas (XAU/USD) mulai “ngambil napas” pada Selasa setelah reli kencang yang mengantar harga menyentuh rekor baru di area 5.111 pada Senin. Meski ada koreksi tipis, emas masih berdiri di jalur aman karena arus safe haven belum benar-benar reda—pasar tetap waspada menghadapi geopolitik yang belum adem dan ketidakpastian ekonomi yang masih menggantung.
Di awal perdagangan, XAU/USD bergerak di sekitar 5.088. Harga memang turun dari puncaknya, tapi pelemahannya masih terlihat “rapi”—belum ada sinyal bahwa buyers meninggalkan meja. Selama emas tetap bertahan di atas area psikologis kunci, narasi defensif masih memegang kendali.
Bahan bakar utama tetap datang dari isu perang dagang. Agenda tarif Presiden AS Donald Trump kembali bikin pasar gelisah. Retorika yang agresif dan tarif yang dipakai berulang sebagai “senjata ekonomi” ikut menekan dolar, dan kondisi seperti ini biasanya jadi lahan subur buat emas.
Di sisi lain, Wall Street memang masih kelihatan tangguh, tapi pasar tidak sepenuhnya tenang. Kekhawatiran soal valuasi yang sudah terlalu mahal bikin investor tetap gampang kaget. Ditambah lagi, isu shutdown pemerintah AS kembali mengintip, mengingat deadline pendanaan 30 Januari makin dekat—kombinasi yang bikin aliran defensif ke bullion tetap jalan.
Meski begitu, emas juga belum dapat dorongan tambahan yang benar-benar kuat hari ini. Banyak trader memilih mengurangi agresivitas dan menahan posisi, karena pasar sedang menunggu momen besar berikutnya: keputusan suku bunga The Fed pada Rabu.
Intinya, emas masih “di atas angin” dari sisi sentimen, tapi ruang geraknya cenderung hati-hati. Selama The Fed belum bicara, pasar lebih memilih mode observasi: menjaga posisi aman, sambil siap reaksi kalau arah kebijakan dan nada pernyataan berubah dari ekspektasi.(alg)
Sumber: Newsmaker.id