Minyak Stabil, Fokus Damai Ukraina dan Keputusan Suku Bunga AS
Harga minyak bergerak stabil pada hari Selasa (9/12) setelah turun 2% pada sesi sebelumnya, dengan investor mencermati ketat perkembangan perundingan damai untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina, kekhawatiran terkait melimpahnya pasokan, serta keputusan suku bunga AS yang sudah di depan mata.
Kontrak berjangka Brent naik tipis 3 sen menjadi $62,52 per barel pada pukul 13.17 GMT. Minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 4 sen ke level $58,92 per barel.
Kedua kontrak tersebut sebelumnya turun lebih dari $1 per barel pada hari Senin setelah Irak memulihkan produksi di ladang minyak West Qurna 2 milik Lukoil, salah satu yang terbesar di dunia.
Ukraina akan menyampaikan rencana perdamaian yang telah direvisi kepada Amerika Serikat setelah pembicaraan di London antara Presiden Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris.
“Minyak masih bergerak dalam rentang transaksi yang ketat sampai pasar mendapatkan gambaran yang lebih jelas soal ke mana arah perundingan damai,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.
“Jika pembicaraan gagal, kami memperkirakan harga minyak akan naik. Namun jika ada kemajuan dan muncul peluang suplai minyak Rusia kembali mengalir ke pasar energi global, harga justru berpotensi turun,” tambahnya.
Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa tengah membahas rencana untuk mengganti batasan harga (price cap) ekspor minyak Rusia dengan larangan penuh layanan maritim, sebagai upaya menekan pendapatan minyak Rusia.(yds)
Sumber: Reuters.com