Harga Emas Menguat, Fokus ke The Fed dan Ukraina
Harga emas menguat pada hari Senin (18/08) seiring para pelaku pasar menanti sinyal arah suku bunga dari pertemuan tahunan bank sentral dunia di Jackson Hole, AS, serta perkembangan diplomasi penting antara Ukraina dan Amerika Serikat. Logam mulia ini naik hingga 0,7% dan diperdagangkan mendekati $3.350 per ounce, memulihkan sebagian dari penurunan 1,8% yang terjadi pekan lalu.
Pertemuan di Jackson Hole yang akan dimulai Jumat ini menjadi sorotan, terutama dengan pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell. Para pelaku pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada rapat kebijakan The Fed bulan depan. Sinyal tambahan datang dari Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, yang menyatakan bahwa tarif dan tingginya biaya pinjaman mulai menekan keuntungan bisnis dan ia terbuka untuk penyesuaian kebijakan.
Sepanjang tahun ini, emas telah naik lebih dari 25%, dengan lonjakan terbesar terjadi pada empat bulan pertama saat harga menyentuh rekor tertinggi pada April. Namun sejak itu, pergerakan harga relatif datar di tengah ketidakpastian ekonomi global, konflik dagang yang dipimpin AS, serta ketegangan geopolitik. Pembelian emas oleh bank sentral juga menjadi faktor pendukung harga.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bersama sekutunya di Eropa tengah mencari kejelasan terkait hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu. Kekhawatiran muncul bahwa Kyiv mungkin ditekan untuk menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan dalam upaya menghentikan perang. Hingga pukul 15:24 waktu Singapura, emas naik 0,6% ke $3.355,21 per ounce, sementara indeks Dolar Bloomberg stabil, dan logam lainnya seperti perak stagnan, serta platinum dan paladium mengalami penurunan.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id