Emas Turun Tipis; Pasar Menanti Data Ekonomi AS
Harga emas sedikit melemah pada Selasa (12/8) saat pelaku pasar mengkaji perkembangan tarif dan menunggu serangkaian data ekonomi, sementara laporan inflasi utama tetap mempertahankan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Emas spot turun 0,3% menjadi $3.333,68 per ons pada pukul 10:31 EDT (14:31 GMT).
Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2% pada Juli setelah naik 0,3% di Juni. Secara tahunan hingga Juli, CPI naik 2,7%. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan 0,2% di Juli dan kenaikan tahunan 2,8%. “Angka inflasi terlihat campuran, namun mendukung pemangkasan suku bunga,” kata Bob Haberkorn, analis pasar di RJO Futures. Ia menambahkan, trader tetap berhati-hati karena pasar berada pada titik krusial sambil menunggu indikator ekonomi berikutnya.
Data lain yang akan dirilis pekan ini mencakup Indeks Harga Produsen AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel. Sementara itu, AS dan Tiongkok memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari, menunda bea masuk ratusan persen atas barang masing-masing. “Ketika pembicaraan tarif bergeser ke arah de-eskalasi dan negosiasi diplomatik, harga emas sedikit terkoreksi,” kata Razan Hilal, analis pasar di FOREX.com.
Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga, dan logam mulia ini cenderung berkinerja baik di masa ketidakpastian karena dianggap sebagai aset safe-haven. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,6% menjadi $3.383,50 per ons.
Harga emas sempat jatuh lebih dari 2% pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan di media sosial bahwa ia tidak akan memberlakukan tarif pada impor emas batangan. Sebelumnya, laporan bahwa Washington mengenakan tarif pada impor emas batangan ukuran 1 kg sempat mendorong harga emas berjangka AS mencetak rekor tertinggi pada Jumat.
Di logam mulia lainnya, perak spot stabil di $37,62 per ons, platinum turun tipis 0,4% menjadi $1.321,65, dan paladium melemah 0,5% ke $1.129,62.
Sumber: Reuters