Emas Turun, Pasar Tunggu Kejelasan Tarif dan Data Inflasi AS
Harga emas turun pada Senin (11/8) saat sejumlah investor menanti klarifikasi dari Gedung Putih terkait kemungkinan penerapan tarif impor terhadap emas batangan, serta laporan inflasi AS yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 2,3% menjadi $3.410,50 per ons pada pukul 08:57 waktu AS (12:57 GMT).
Rekor harga emas tercapai pada Jumat lalu setelah muncul laporan bahwa Washington berencana mengenakan tarif impor khusus pada jenis emas batangan yang paling banyak diperdagangkan di AS. Namun, seorang pejabat kemudian mengatakan bahwa Gedung Putih akan segera mengeluarkan perintah eksekutif untuk “meluruskan informasi” mengenai tarif tersebut.
Menurut Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, pasar awalnya reli karena ketidakpastian tarif, tetapi kini terjadi aksi jual karena pelaku pasar menunggu kejelasan.
Fokus pasar juga tertuju pada rilis data inflasi konsumen (CPI) Selasa dan inflasi produsen (PPI) Kamis. Wyckoff menilai, jika data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, The Fed bisa saja menunda pemangkasan suku bunga pada September, yang berpotensi menekan harga emas.
Sementara itu, tenggat kesepakatan dagang AS–Tiongkok pada 12 Agustus dan pertemuan Trump–Putin pada 15 Agustus di Alaska untuk membahas perang Ukraina turut menjadi perhatian pasar.
Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 1,5% menjadi $37,76, platinum melemah 1,1% ke $1.316,69, dan paladium turun 1,1% ke $1.138,30.(yds)
Sumber: Reuters