Emas Terkoreksi ke Area US$4.300, Aksi Profit-Taking Tekan Harga
Harga emas melemah untuk hari kedua karena aksi ambil untung mulai menahan pemulihan yang sebelumnya didorong oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak. Bullion sempat turun hingga 0,9% ke dekat US$4.310 per troy ounce pada Juma (14/8), setelah pada sesi sebelumnya melemah 1,3%.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 pekan setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Data CPI dan PPI yang lebih rendah memberi sinyal bahwa dampak lonjakan harga energi akibat perang Iran mulai berkurang pada Juli, sehingga meredakan tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara lebih agresif.
Meski prospek tidak adanya kenaikan suku bunga umumnya positif bagi emas, pelaku pasar mulai mengunci keuntungan setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir. Spot gold tercatat turun 0,5% ke US$4.329,50 per troy ounce pada pukul 07.30 waktu London, sementara silver melemah 0,4% ke US$64,26.
Pasar uang kini memperkirakan peluang sekitar sepertiga bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Sebelum pertemuan The Fed bulan depan, investor masih menunggu data tenaga kerja tambahan serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada akhir Agustus.
Dari sisi dampak market, emas masih berpotensi bergerak konsolidatif di sekitar level saat ini karena momentum teknikal mulai terlihat jenuh setelah rebound kuat. Selama harga bertahan di atas US$4.300, peluang pemulihan masih terbuka. Namun, jika imbal hasil obligasi tetap tinggi atau konflik Timur Tengah kembali mendorong harga energi naik, XAU/USD bisa kembali bergerak volatil. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id