Pound Melemah, Dolar Menguat Jelang Data Inflasi AS
Poundsterling melemah tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (12/08), dengan GBP/USD bergerak di sekitar 1,3500. Tekanan muncul ketika dolar kembali menguat menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan menjadi penentu penting arah kebijakan The Fed.
Pasar masih terbelah mengenai peluang kenaikan suku bunga pada September. Setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada Juli, investor kini menunggu CPI untuk melihat apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong kebijakan yang lebih hawkish.
Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi. Namun, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September justru sedikit turun menjadi sekitar 48%, dari sekitar 52% sehari sebelumnya.
Dolar AS juga mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Sentimen sempat membaik setelah Menteri Pertahanan Pakistan menyebut AS dan Iran mendekati suatu kesepakatan terkait Selat Hormuz, sementara pembicaraan Iran-Oman juga disebut semakin maju.
Optimisme tersebut kemudian memudar setelah Presiden AS Donald Trump kembali memperkeras sikap dengan meminta Iran membayar kompensasi atas berbagai serangan yang dikaitkan dengan Teheran. Pernyataan itu kembali meningkatkan kehati-hatian investor dan menopang permintaan terhadap dolar.
Analisis Newsmaker: GBP/USD masih sensitif terhadap dua faktor utama, yaitu arah dolar dan hasil CPI AS. Jika inflasi lebih panas dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga The Fed dapat meningkat dan menekan pound lebih dalam. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah berpotensi melemahkan dolar dan membuka peluang GBP/USD kembali menguat.(asd)
Sumber: Newsmaker.id