Dolar Bertahan, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja
Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Selasa (4/8) setelah mengalami tekanan selama sepekan terakhir. Indeks dolar DXY naik tipis 0,1%, sementara investor menimbang ketidakpastian konflik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Euro bergerak relatif datar di sekitar US$1,1510. Pelaku pasar masih mencermati tekanan inflasi Zona Euro serta peluang pengetatan lanjutan dari Bank Sentral Eropa, sehingga pergerakan EUR/USD tetap terbatas.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan berbeda mengenai diplomasi Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyebut pembicaraan pembukaan Selat Hormuz sebagai kesempatan terakhir, tetapi Teheran membantah adanya negosiasi langsung. Ketidakpastian tersebut menahan minat investor terhadap aset berisiko.
Fokus kini beralih ke rangkaian data ekonomi AS, termasuk JOLTS Job Openings, neraca perdagangan, dan pesanan pabrik. Pasar mencari tanda pelemahan permintaan tenaga kerja sebelum rilis Nonfarm Payrolls pada Jumat, yang akan menjadi petunjuk penting bagi kebijakan The Fed.
Yen melemah sekitar 0,4% ke 157,70 per dolar AS setelah menguat hampir 5% dalam tiga sesi sebelumnya. Namun, risiko penurunan yen masih terbatas karena Amerika Serikat dan Jepang menyatakan siap kembali melakukan intervensi jika pergerakan pasar menjadi tidak terkendali.
Analisis Newsmaker: Dolar berpotensi bergerak konsolidatif menjelang data tenaga kerja AS. Data yang kuat dapat mendorong DXY kembali menguji level 100, sedangkan hasil yang lemah berpotensi menekan dolar dan mendukung emas. Ketidakpastian AS–Iran tetap menjadi risiko yang dapat memicu permintaan dolar sebagai aset aman.(yds)
Sumber: Newmsaker.id