Keputusan The Fed Buat Emas Berkilau Lagi
Harga emas melonjak setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.100 per troy ounce, naik sekitar 1,8%, setelah bergerak dalam rentang US$3.995–US$4.098 sepanjang perdagangan. Kontrak berjangka emas AS turut menguat sekitar 1,47% ke US$4.098.
The Fed mempertahankan federal funds rate pada kisaran 3,50%–3,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9 lawan 3 di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah.
Presiden Cleveland Fed Beth Hammack, Presiden Minneapolis Fed Neel Kashkari, dan Presiden Dallas Fed Lorie Logan menolak keputusan tersebut. Ketiganya mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, mengisyaratkan dorongan kebijakan lebih ketat mulai menguat di dalam FOMC.
Emas mendapatkan tenaga setelah dolar dan imbal hasil obligasi AS melemah seusai keputusan tersebut. Indeks Dolar AS turun sekitar 0,49% ke 100,77, sedangkan yield Treasury AS tenor dua tahun turun ke 4,281% dan tenor 10 tahun menjadi 4,627%. Pelemahan dolar dan yield mengurangi tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Permintaan aset aman juga meningkat karena konflik AS-Iran kembali memanas. Ketegangan tersebut mendorong minyak WTI melonjak sekitar 6,7% ke US$84,58 dan Brent naik lebih dari 7% ke US$87,96 per barel. Namun, kenaikan energi juga dapat memperkuat inflasi dan menjaga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya.
Dampaknya, emas masih berpeluang mempertahankan momentum menuju area US$4.100 apabila dolar dan yield terus melemah. Namun, tiga suara yang mendukung kenaikan bunga serta komitmen Ketua The Fed Kevin Warsh terhadap target inflasi 2% dapat membatasi penguatan. Pasar selanjutnya akan mencermati data inflasi PCE dan laporan tenaga kerja AS sebagai penentu apakah emas mampu melanjutkan kenaikan atau kembali terkoreksi.
Sumber : Newsmaker.id