Emas Terpukul, Dolar dan The Fed Jadi Lawan
Harga emas turun ke bawah US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Kamis (23/7), setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dua pekan. Pelemahan ini terjadi karena pasar kembali mencermati lonjakan harga minyak dan meningkatnya risiko inflasi.
Ketegangan Timur Tengah menjadi pemicu utama tekanan pasar. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menargetkan dua tanker minyak Arab Saudi sebagai bagian dari blokade laut, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap jalur pasokan energi global.
Di saat yang sama, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan malam ke-12 terhadap Iran. Serangan lanjutan ini memicu balasan dari Teheran dan memperbesar risiko gangguan ekspor energi dari kawasan Teluk.
Kenaikan harga minyak membuat investor khawatir inflasi AS bisa kembali sulit turun. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, bahkan berpotensi menaikkan suku bunga pada akhir tahun.
Dampaknya ke market, emas berpotensi bergerak volatil dan cenderung tertahan selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih kuat. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 78% untuk kenaikan suku bunga pada September. Jika XAU/USD gagal kembali ke atas US$4.100, tekanan bisa berlanjut, meski risiko geopolitik masih dapat menjaga minat safe haven. (arl)
Sumber : Newsmaker.id