Emas Menuju Kenaikan Mingguan Pertama dalam Sebulan
Harga emas spot naik 1,4% pada Jumat (3/7) dan berada di jalur kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir. Penguatan ini terjadi setelah investor mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menyusul data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.
Pada pukul 04.30 waktu timur AS, emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.182,28 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan sebesar 2,3%. Jika terealisasi, ini akan menjadi penguatan mingguan pertama sejak akhir Mei. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS bulan terdekat naik 1,5% secara intraday.
Meski menguat pekan ini, harga emas masih berada dalam tekanan sepanjang tahun. Kekhawatiran terhadap inflasi, penguatan dolar AS, serta sikap hawkish bank sentral setelah perang AS-Iran sebelumnya menekan minat investor terhadap logam mulia.
Emas juga mencatat kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun pada periode tiga bulan hingga Juni. Saat ini, harga emas masih diperdagangkan sekitar 22% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.300 per ons yang dicapai pada Januari.
Rebound emas pekan ini dipicu oleh data Nonfarm Payrolls AS yang menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 pekerjaan pada Juni. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan data Mei yang direvisi turun menjadi 129.000 dan juga berada di bawah konsensus Dow Jones sebesar 115.000.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed minimal 25 basis poin pada September sebesar 53,5%, turun dari sekitar 65% sebelum rilis data tenaga kerja. Di pasar logam lainnya, perak spot melonjak 2,9% ke US$62,77 per ons dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 6,7%, sementara kontrak perak Agustus naik 3,5%.(yds)
Sumber: Newsmaker.id