Emas Bertahan Bullish Usai Data NFP AS Melemah
Harga emas atau XAU/USD mempertahankan bias bullish untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Jumat sesi Eropa. Logam mulia ini bergerak di dekat level tertinggi dalam satu setengah pekan dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir.
Para pelaku pasar kini mencermati peluang emas menembus level US$4.200 per ons. Pergerakan di atas level tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi kelanjutan pemulihan harga emas dari level terendahnya sejak November 2025.
Dukungan utama bagi emas datang setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari perkiraan. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57 ribu lapangan kerja baru pada Juni, lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 110 ribu. Data bulan sebelumnya juga direvisi turun dari 172 ribu menjadi 129 ribu, sementara tingkat pengangguran turun tipis ke 4,2%.
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melunak. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed, sehingga menekan dolar AS dan mendukung permintaan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Meski demikian, kenaikan emas masih dapat tertahan oleh ketidakpastian geopolitik, terutama terkait pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Risiko di Selat Hormuz serta kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik masih menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Selain itu, volume perdagangan diperkirakan lebih rendah karena pasar saham dan obligasi AS tutup dalam rangka Hari Kemerdekaan.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id