Minyak Tertahan, Pasokan Hormuz Mengalir Deras
Harga minyak bergerak stabil setelah lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz kembali meningkat. Kondisi ini menambah pasokan jangka pendek ke pasar, sementara pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung.
West Texas Intermediate atau WTI bergerak di sekitar US$68 per barel setelah sempat berfluktuasi pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent ditutup di bawah US$72 per barel. Pada Kamis, struktur pasar minyak sempat berubah ke contango tipis, yaitu kondisi ketika harga kontrak dekat lebih rendah dibanding kontrak berikutnya. Hal ini biasanya menjadi sinyal bahwa pasokan sedang melimpah.
Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya ekspor minyak Arab Saudi. Ekspor Saudi disebut sudah melonjak ke sekitar 90% dari level sebelum perang, seiring semakin banyak kapal tanker kerajaan yang berhasil melewati Selat Hormuz. Pemulihan ini menambah keyakinan pasar bahwa gangguan pasokan dari kawasan Teluk mulai mereda.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat masih bernegosiasi dengan Iran. Ia menyebut Iran hampir menyetujui banyak hal yang dibutuhkan Washington. Namun, pembicaraan belum sepenuhnya mulus karena masih ada perbedaan terkait pengelolaan Selat Hormuz, pembayaran biaya transit, program nuklir Iran, dan upaya menghentikan konflik di Lebanon.
Citigroup menilai faktor fundamental pasar minyak mulai kembali dominan karena gangguan di Hormuz semakin berkurang dan arus pelayaran mulai normal. Meski begitu, proses damai AS-Iran masih rapuh. Pada pagi hari Jumat (03/7) di Singapura, WTI Agustus turun 0,3% ke US$68,48 per barel, sementara Brent September ditutup naik tipis 0,3% ke US$71,54 per barel.(asd)
Sumber: Newsmaker.id