Emas Rebound, Sikap Hawkish The Fed Membatasi
Harga emas bergerak menguat pada perdagangan Senin (22/6), berupaya mengakhiri tekanan setelah melemah selama tiga sesi beruntun. Spot gold berada di sekitar level US$4.190 hingga US$4.209 per troy ounce, seiring investor kembali masuk ke aset logam mulia setelah harga minyak mentah turun dan sentimen geopolitik Timur Tengah mulai sedikit mereda.
Dukungan utama bagi emas datang dari perkembangan positif pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut adanya kemajuan besar dalam perundingan di Swiss, sementara mediator Qatar dan Pakistan menyatakan kedua pihak telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas. Pembicaraan teknis juga dijadwalkan berlanjut pekan ini, sehingga pasar mulai berharap risiko gangguan pasokan energi global dapat berkurang.
Penurunan harga minyak turut menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Brent dilaporkan turun sekitar 3% setelah sempat menguat pada awal perdagangan, karena pasar menilai peluang pemulihan pasokan dari kawasan Teluk Persia mulai terbuka. Turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi berbasis energi, sehingga tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga secara lebih agresif ikut sedikit berkurang.
Meski demikian, kenaikan emas masih terlihat terbatas. Pelaku pasar masih mencerna hasil pertemuan The Fed pekan lalu yang bernada hawkish, dengan sejumlah pejabat bank sentral AS tetap membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak segera melandai. Kondisi ini membuat dolar AS bertahan kuat di dekat level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, sehingga membatasi ruang kenaikan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini menunggu rilis data Personal Consumption Expenditures atau PCE Amerika Serikat pada pekan ini. Data tersebut menjadi indikator inflasi favorit The Fed dan dapat memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga. Jika inflasi menunjukkan pelonggaran, emas berpeluang melanjutkan rebound. Namun, jika tekanan harga kembali menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat meningkat dan kembali menekan pergerakan logam mulia.
Di pasar logam lainnya, silver ikut menguat tajam ke sekitar US$66 per troy ounce, sementara platinum dan tembaga juga bergerak positif. Di pasar logam lainnya, silver ikut menguat tajam ke sekitar US$66 per troy ounce, sementara platinum dan tembaga juga bergerak positif. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap logam mulai membaik seiring turunnya tekanan dari harga energi. Namun, selama dolar AS masih kuat dan The Fed belum memberi sinyal pelonggaran, penguatan emas dan logam mulia lainnya masih berpotensi tertahan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id