• Mon, Jun 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

22 June 2026 15:34  |

Emas Mencoba Bangkit Dekati US$4.200

Harga emas bergerak menguat di sekitar level US$4.200 per troy ounce pada paruh pertama sesi perdagangan Eropa, Senin (22/06). Penguatan ini membuat emas berupaya menghentikan tekanan setelah sempat melemah selama tiga hari beruntun dan menyentuh level terendah dalam lebih dari satu pekan pada perdagangan sebelumnya.

Dukungan terhadap emas datang dari pelemahan harga minyak mentah setelah mediator Qatar dan Pakistan mengumumkan peta jalan resmi selama 60 hari untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai final antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Meski begitu, ruang kenaikan emas masih terlihat terbatas. Pelaku pasar masih memperkirakan peluang hampir 90 persen bahwa Federal Reserve atau The Fed akan menaikkan biaya pinjaman hingga akhir tahun ini. Ekspektasi tersebut menguat setelah proyeksi hawkish The Fed pekan lalu, yang memberi sinyal bahwa suku bunga kebijakan masih dapat dinaikkan apabila inflasi tetap sulit turun.

Selain itu, Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menekankan pentingnya stabilitas harga dalam konferensi pers setelah pertemuan kebijakan. Pernyataan tersebut memberi kesan bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Kondisi ini membuat dolar AS tetap mendapat dukungan dan berpotensi menahan laju penguatan emas.

Dari sisi geopolitik, ketegangan masih menjadi faktor penting yang harus diperhatikan pasar. Iran menuduh AS dan Israel melanggar gencatan senjata, lalu kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz karena serangan Israel yang masih berlanjut di Lebanon. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Iran jika Hizbullah terus menyerang Israel. Situasi ini menunjukkan bahwa proses diplomasi masih rapuh dan premi risiko geopolitik tetap bertahan.

Ke depan, perhatian pasar akan tetap tertuju pada perkembangan pembicaraan AS-Iran, karena setiap kabar baru dapat memicu volatilitas di pasar global. Selain itu, komentar dari pejabat penting FOMC juga akan memengaruhi arah dolar AS dan pergerakan emas. Dengan kombinasi antara risiko geopolitik, ekspektasi suku bunga tinggi, dan dolar yang masih kuat, pemulihan emas berpotensi terbatas dan masih rawan kembali mendapat tekanan jual. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai