Emas Mencoba Pulih Setelah Dialog AS-Iran Maju
Harga emas menguat pada Senin (22/06) setelah negosiator melaporkan kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran di Swiss. Kabar ini meredakan kekhawatiran pasar setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan ancaman baru terhadap Iran.
Emas sempat naik hingga 1,6% dan menembus $4.220 per ons, menghapus pelemahan yang terjadi pada pekan lalu. Pada pukul 10.00 waktu Singapura, emas diperdagangkan naik 0,8% ke $4.189,23 per ons.
Sentimen membaik setelah Qatar dan Pakistan menyatakan ada “kemajuan yang menggembirakan” dalam putaran pertama negosiasi tingkat tinggi. Pembicaraan akan berlanjut sepanjang pekan ini, memberi harapan bahwa kesepakatan sementara AS-Iran dapat berkembang menjadi penyelesaian yang lebih permanen.
Salah satu hasil penting dari pembicaraan adalah pembentukan jalur komunikasi antara Teheran dan Washington. Jalur ini ditujukan untuk memastikan kapal komersial dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz, salah satu rute energi paling penting bagi pasar global.
Minyak turun pada Senin karena pasokan masih terus mengalir melalui Hormuz sepanjang akhir pekan. Jika arus energi tetap berjalan, tekanan inflasi dari sisi minyak dapat mereda dan mengurangi risiko kenaikan suku bunga yang terlalu agresif dari bank sentral.
Meski begitu, emas masih menghadapi hambatan dari arah kebijakan moneter AS. Ketua Fed Kevin Warsh menyampaikan nada hawkish terhadap inflasi pada rapat kebijakan pertamanya pekan lalu, sementara pasar menunggu indeks harga PCE AS pada Kamis yang diperkirakan menunjukkan percepatan inflasi.
Inti utama dari pergerakan ini adalah emas menguat setelah kabar positif dialog AS-Iran, komunikasi langsung Washington-Teheran membantu meredakan risiko Hormuz, harga minyak turun karena arus pasokan tetap berjalan, tekanan Fed hawkish masih membatasi ruang kenaikan emas, dan data PCE AS menjadi penentu arah berikutnya. Fokus pasar kini tertuju pada kelanjutan negosiasi Swiss, keamanan Selat Hormuz, pergerakan dolar AS, serta sinyal inflasi AS terbaru.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id