Emas Menuju Penurunan Mingguan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Tekan Sentimen Perdamaian AS-Iran
Harga emas berpotensi mencatatkan kerugian mingguan ketiga, karena sikap hawkish The Federal Reserve dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih mendominasi dibandingkan optimisme dari penandatanganan kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Logam mulia diperdagangkan di bawah US$4.200 per ons pada perdagangan pagi hari, setelah turun 1,1% pada Kamis, dan diperkirakan akan mengalami penurunan moderat sepanjang pekan. Nada hawkish Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, pada Rabu lalu mendorong ekspektasi pengencangan kebijakan moneter tahun ini, menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, kapal komersial mulai kembali melintasi Selat Hormuz setelah Amerika Serikat mengumumkan berakhirnya blokade, meredakan kekhawatiran terkait kelangkaan energi yang berkepanjangan. Namun, kekhawatiran terhadap inflasi belum sepenuhnya mereda, karena menurut analis, dibutuhkan waktu beberapa bulan, bahkan lebih lama, bagi volume minyak dan gas alam cair yang melewati jalur penting ini untuk kembali normal.
Pada pukul 07:46 waktu Singapura, harga emas tercatat turun 0,4% menjadi US$4.191,21 per ons. Harga perak melemah 0,4% ke US$65,37, sementara platinum dan palladium juga sedikit turun. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur kekuatan dolar, tercatat sedikit melemah setelah naik 0,8% selama empat sesi terakhir.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id