Emas Tertekan Dolar dan Sinyal Hawkish Fed
Harga emas melemah pada Kamis (17/6) karena tekanan dari sinyal hawkish Federal Reserve dan penguatan dolar AS. Namun, penurunan harga minyak setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran membantu menahan pelemahan lebih dalam karena meredakan sebagian kekhawatiran inflasi.
Emas spot turun 0,2% ke $4.249,16 per ons, setelah pekan lalu sempat menyentuh level terendah sejak November 2025. Kontrak berjangka emas AS melemah 2,6% ke $4.268,40.
The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu, tetapi sembilan dari 19 pembuat kebijakan melihat perlunya kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 88%, naik dari 61% sebelum pernyataan kebijakan The Fed.
Dolar AS menguat setelah keputusan tersebut dan berada di level tertinggi satu tahun. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sekaligus mengurangi daya tarik bullion di tengah ekspektasi suku bunga tinggi.
Sebagai aset non-yielding, emas biasanya tertekan ketika suku bunga dan yield meningkat. Meski demikian, kesepakatan sementara AS-Iran memberi bantalan bagi harga karena menekan minyak dan mengurangi risiko lonjakan inflasi dari energi.
AS dan Iran telah merilis teks kesepakatan sementara yang ditandatangani untuk mengakhiri perang, meski Presiden Donald Trump tetap memperingatkan kemungkinan serangan kembali jika Iran tidak memenuhi komitmennya. Di logam lain, perak turun 2% ke $66,65 per ons, platinum melemah 1% ke $1.718,78, dan palladium turun 0,9% ke $1.300,03. (arl)
Sumber : Newsmaker.id