Emas Sedikit Pulih, Sinyal Hawkish Fed Batasi Kenaikan
Harga emas sedikit naik pada Kamis (17/6), memulihkan sebagian pelemahan sesi sebelumnya ketika investor menimbang kesepakatan damai sementara AS-Iran dan sinyal hawkish dari Federal Reserve. Emas spot naik 0,3% ke $4.269,42 per ons pada 05.46 ET, sementara kontrak berjangka emas turun 2,1% ke $4.288,72 per ons.
Pada sesi sebelumnya, emas turun 1,7% karena dolar AS menguat dan yield Treasury naik setelah keputusan terbaru The Fed. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%, tetapi memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi tahun ini.
Dukungan bagi emas datang dari optimisme terhadap kesepakatan AS-Iran. Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari, dengan Iran mengizinkan jalur bebas biaya melalui Selat Hormuz. Kesepakatan itu juga menargetkan lalu lintas di selat tersebut kembali ke kapasitas penuh dalam 30 hari.
Perkembangan ini membantu meredakan kekhawatiran terhadap guncangan pasokan minyak yang berkepanjangan. Jika harga energi lebih terkendali, tekanan inflasi dari sisi minyak dapat menurun dan mendukung minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai portofolio.
Namun, kenaikan emas tetap terbatas karena proyeksi terbaru The Fed menunjukkan sembilan dari 19 pejabat memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada 2026. Dalam pertemuan pertamanya sebagai Ketua Fed, Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk mengembalikan stabilitas harga.
Bagi pasar emas, kombinasi dolar yang lebih kuat dan ekspektasi suku bunga lebih tinggi menjadi hambatan utama. Emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga daya tariknya cenderung berkurang ketika yield naik. Fokus berikutnya tertuju pada arah dolar AS, yield Treasury, perkembangan Hormuz, dan data inflasi AS berikutnya.(arl)
Sumber : Newsmaker.id