Emas Pulih, Harapan Deal Iran Angkat Sentimen
Harga emas memangkas pelemahan awal dan bergerak mendatar di di atas $4.450 per troy ounce pada Kamis (28/5), ketika pasar menimbang harapan kemajuan diplomasi Timur Tengah dengan kekhawatiran inflasi yang masih bertahan. Pergerakan yang relatif datar ini terjadi karena arus safe haven dari geopolitik belum cukup kuat mengimbangi beban suku bunga dan dolar.
Menurut Axios, negosiator AS dan Iran disebut telah mencapai memorandum of understanding (MoU) 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka pembicaraan mengenai program nuklir Iran, meski persetujuan final Presiden Donald Trump masih menunggu. Kabar ini sempat memperbaiki selera risiko, tetapi ketidakpastian implementasi membuat reaksi emas terbatas.
Di lapangan, tensi tetap tinggi. Pertukaran serangan AS–Iran masih berlanjut, sementara Israel dilaporkan kembali menyerang target Hezbollah di Lebanon meski ada gencatan senjata yang rapuh. Kombinasi headline ini menjaga pasar tetap “headline-driven”, dengan emas bergerak hati-hati di dekat level terendah dua bulan.
Dari sisi fundamental, harga energi yang tinggi memperkuat kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga membatasi ruang pemulihan emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Sejumlah pejabat The Fed mempertahankan nada hati-hati: Lisa Cook mendukung suku bunga tetap untuk saat ini namun membuka ruang kenaikan jika inflasi kembali meningkat, sementara John Williams memperingatkan inflasi dapat bergerak mendekati 4% (headline) dan 3% (core) dalam jangka dekat.
Fokus pasar berikutnya adalah apakah MoU benar-benar disetujui dan diikuti langkah implementasi yang menurunkan premi risiko energi, serta data inflasi dan komentar The Fed yang menentukan apakah narasi “higher for longer” tetap menjadi beban utama bagi emas.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id