Emas Terpuruk, Bentrokan AS–Iran Ganggu Harapan Damai
Harga emas turun ke level terendah dua bulan pada Kamis (28/5) ketika bentrokan AS–Iran meningkatkan risiko gagalnya pembicaraan damai dan menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi. Bullion sempat turun hingga sekitar 2% dan bergerak di bawah US$4.400 per troy ounce, sementara dolar yang menguat ikut menambah tekanan.
Militer AS dilaporkan menyerang sebuah lokasi militer dan target lain di sekitar Selat Hormuz. IRGC kemudian mengklaim menargetkan pangkalan AS yang digunakan untuk meluncurkan serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan ia “tidak puas” dengan negosiasi bersama Iran dan tidak menjelaskan langkah untuk memastikan pelayaran aman di Hormuz, yang menjadi salah satu titik sengketa utama. Di saat yang sama, kontrak minyak menguat.
Kenaikan energi akibat jalur Hormuz yang masih terhambat dinilai berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi dan memaksa bank sentral menahan suku bunga lebih lama, bukan memangkas seperti yang banyak diperkirakan sebelum konflik. Kondisi suku bunga tinggi biasanya tidak menguntungkan emas karena tidak memberi imbal hasil, sementara dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi banyak pembeli.
Emas telah turun lebih dari 17% sejak konflik pecah pada akhir Februari, hampir menghapus kenaikan year-to-date. Gubernur The Fed Lisa Cook pada Rabu menegaskan inflasi bergerak ke arah yang salah dan ia siap mendukung kenaikan suku bunga jika kondisi itu berlanjut, memperkuat narasi kebijakan yang lebih ketat.
Sinyal pasar opsi juga menunjukkan posisi bullish melemah. Skew biaya untuk lindung nilai atau spekulasi kenaikan harga pada ETF emas terbesar dalam tiga bulan ke depan berada dekat level terendah sejak Desember, mengindikasikan minat mengejar kenaikan mulai berkurang.
Pada 10:05 waktu London, emas spot turun 1,4% ke US$4.390,28 per ounce. Perak turun 1,6% ke US$73,42, sementara platinum dan palladium juga melemah. Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1% dan mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id