Emas Sentuh Terendah Dua Bulan, Serangan AS–Iran dan Dolar Kuat Tekan Bullion
Harga emas turun ke level terendah dua bulan ketika bentrokan terbaru AS dan Iran meningkatkan risiko gagalnya pembicaraan damai sekaligus menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi. Penguatan dolar menambah tekanan, membuat emas semakin mahal bagi banyak pembeli di luar AS.
Bullion sempat turun hingga sekitar 2% ke kisaran US$4.365 per troy ounce. Seorang pejabat AS mengatakan pasukan Amerika melakukan serangan ke sebuah lokasi militer dan target lain di sekitar Selat Hormuz. IRGC kemudian mengklaim menargetkan pangkalan AS yang digunakan untuk meluncurkan serangan tersebut, sementara pertahanan udara Kuwait menyatakan sedang merespons ancaman rudal dan drone menegaskan rapuhnya kondisi keamanan kawasan.
Perkembangan itu muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ia “tidak puas” dengan negosiasi bersama Iran, mengurangi harapan terobosan cepat. Trump juga tidak menjelaskan langkah konkret untuk memastikan kapal bisa melintas bebas di Hormuz, yang menjadi salah satu titik sengketa utama. Hampir tertutupnya jalur ini sejak akhir Februari telah mendorong lonjakan harga produk energi dan mengguncang ekonomi global.
Lonjakan minyak memperkuat kanal inflasi. Brent disebut sempat melonjak mendekati US$98 pada Kamis, meningkatkan risiko inflasi dan kembali mengangkat ekspektasi kenaikan suku bunga. Bahkan jika kesepakatan damai akhirnya tercapai, harga energi yang sudah terangkat dinilai berpotensi membuat inflasi bertahan dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bukan memangkas seperti yang banyak diperkirakan sebelum perang.
Emas biasanya tidak diuntungkan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberi imbal hasil, sementara dolar yang lebih kuat menambah beban. Emas disebut telah turun lebih dari 17% sejak konflik pecah pada akhir Februari, hampir menghapus kenaikan year-to-date. Gubernur The Fed Lisa Cook pada Rabu menyatakan inflasi bergerak ke arah yang salah dan ia siap mendukung kenaikan suku bunga jika kondisi itu berlanjut.
Dari sisi sentimen, sinyal pasar opsi menunjukkan investor mengurangi keyakinan bullish. Implied volatility pada SPDR Gold Shares dilaporkan turun tajam, dan premi untuk berspekulasi atau melakukan lindung nilai terhadap kenaikan dalam tiga bulan mendekati level terendah sejak Desember. Seorang strategist menilai pasar mulai kehilangan keyakinan pada narasi safe haven emas dalam jangka pendek, dan melihat area US$4.000–US$4.250 sebagai zona dukungan jika harga minyak kembali menguat.
Pada 13:18 waktu Singapura, emas spot turun 1,8% ke US$4.374,11 per ounce. Perak turun 3,6% ke US$71,98, sementara platinum dan palladium juga melemah. Indeks dolar Bloomberg naik 0,3%, melanjutkan kenaikan hari ketiga berturut-turut.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id