Emas Lanjut Turun, Serangan AS di Iran Kikis Harapan Damai
Emas memperpanjang pelemahan setelah serangan udara terbaru AS ke sebuah pangkalan militer Iran dinilai berisiko mengganggu pembicaraan damai dan menjaga risiko inflasi tetap tinggi. Bullion sempat turun hingga sekitar 1% ke area US$4.390 per troy ounce, melanjutkan penurunan 2,6% dalam dua sesi sebelumnya.
Seorang pejabat AS menyebut serangan itu bersifat defensif. Washington mengatakan pasukannya menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang diarahkan ke kapal komersial, serta menargetkan unit peluncur drone di dekat Selat Hormuz. Perkembangan ini menambah sensitivitas pasar terhadap keamanan jalur energi yang masih rapuh.
Insiden terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia “tidak puas” dengan negosiasi bersama Iran, meredam ekspektasi terobosan cepat. Trump juga tidak merinci langkah yang akan diambil AS untuk memastikan kapal bisa melintas bebas di Selat Hormuz isu kunci dalam upaya mengakhiri perang. Hampir tertutupnya Hormuz sejak akhir Februari telah mendorong lonjakan harga produk energi yang ikut mengguncang ekonomi global.
Secara fundamental, pasar melihat jalur inflasi energi belum selesai. Bahkan jika kesepakatan akhirnya tercapai, harga energi yang sudah terangkat berpotensi membuat inflasi bertahan dan memaksa bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama, alih-alih memangkas suku bunga seperti yang banyak diperkirakan sebelum perang. Lingkungan suku bunga tinggi biasanya membebani emas karena tidak memberikan imbal hasil, dan emas kini disebut telah turun lebih dari 16% sejak konflik pecah, mendekati menghapus kinerja year-to-date.
Komentar pejabat The Fed menambah tekanan. Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan inflasi bergerak ke arah yang salah dan ia siap mendukung kenaikan suku bunga jika kondisi tersebut berlanjut. Kombinasi inflasi yang “lengket” dan sikap kebijakan yang lebih ketat membuat emas sulit menarik arus masuk baru.
Pelaku pasar juga menilai narasi safe haven mulai kehilangan daya tarik jangka pendek. Strategist Global X ETFs Australia menyebut investor punya alternatif penggunaan dana lain, dan emas bisa menguji area dukungan US$4.000–US$4.250 jika minyak kembali menguat. Pada 10:20 waktu Singapura, emas spot turun 1,1% ke US$4.404,89, perak turun 2% ke US$73,19, sementara indeks dolar Bloomberg naik tipis 0,1%, menambah hambatan bagi logam mulia.(asd)
Sumber: Newsmaker.id