Emas Turun, Risiko Inflasi Energi Tetap Membayangi di Tengah Pembicaraan AS–Iran
Harga emas melemah pada Rabu (27/5) seiring ketidakpastian pembicaraan damai AS–Iran menjaga risiko inflasi berbasis energi dan potensi kebijakan suku bunga ketat tetap relevan. Emas spot (XAU/USD) berada di sekitar US$4.454 per troy ounce, setelah bergerak di dekat area support harian.
Tekanan pada bullion muncul ketika pasar masih menilai jalur diplomasi belum memberi kepastian cepat. Al Jazeera melaporkan negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran tetap berlanjut meski terjadi kontak tembak pada awal pekan. AS menegaskan gencatan senjata yang rapuh masih berlaku, sementara Iran kembali memperingatkan potensi retaliasi jika gencatan senjata dilanggar. Menlu AS Marco Rubio juga mengatakan pekan ini bahwa dibutuhkan “beberapa hari” untuk mencapai kesepakatan.
Sejumlah laporan akhir pekan sebelumnya menyebut kedua pihak mendekati kerangka kesepakatan yang mencakup perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital di selatan Iran yang pada masa normal mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Selat tersebut sebagian besar tertutup sejak perang pecah pada akhir Februari, menekan pasokan dan mendorong volatilitas harga energi.
Kenaikan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat menyebar ke berbagai negara. Sejalan dengan itu, ekspektasi pasar bahwa bank sentral besar—termasuk The Fed dan ECB—dapat mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga kembali menguat, yang pada gilirannya membatasi ruang pemulihan emas sebagai aset tanpa imbal hasil.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id