Emas Turun, Kekhawatiran Inflasi Energi Tetap Membayangi di Tengah Pembicaraan AS–Iran
Harga emas bergerak melemah pada Rabu (27/5), ketika ketidakpastian seputar pembicaraan damai AS–Iran menjaga risiko gelombang inflasi berbasis energi dan potensi kenaikan suku bunga bank sentral tetap berada dalam radar pasar. Saat berita ini diturunkan emas spot (XAU/USD) berada di sekitar US$4.442 per troy ounce.
Laporan Al Jazeera menyebut negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran masih berlanjut, meski terjadi kontak tembak pada awal pekan. AS menegaskan gencatan senjata yang rapuh masih berjalan, sementara Iran kembali mengingatkan potensi retaliasi jika gencatan senjata dilanggar. Menlu AS Marco Rubio juga mengatakan pekan ini bahwa dibutuhkan “beberapa hari” untuk mencapai kesepakatan.
Sejumlah laporan akhir pekan sebelumnya menyebut AS dan Iran mendekati kerangka kesepakatan yang mencakup perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur vital di selatan Iran yang pada masa normal mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Selat tersebut sebagian besar tertutup sejak perang pecah pada akhir Februari, menekan pasokan minyak dan sempat mendorong harga crude naik.
Kenaikan minyak itu memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan menyebar ke berbagai negara. Sejalan dengan itu, ekspektasi pasar bahwa bank sentral—termasuk The Fed dan ECB—dapat mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga ikut menguat, menjadi faktor yang membatasi ruang pemulihan emas.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id