Emas Bertahan Lemah, Pasar Menimbang Deal AS–Iran dan Risiko Suku Bunga
Harga emas masih tertahan di area bawah pada Rabu, seiring pasar menilai peluang kesepakatan AS–Iran di tengah bentrokan baru di Teluk Persia dan kekhawatiran bahwa inflasi dapat menjaga suku bunga tinggi lebih lama. Nada risk-on yang mengangkat ekuitas ke level tinggi baru ikut membatasi permintaan lindung nilai pada bullion.
Emas spot (XAU/USD) sekitar US$4.495 per troy ounce dan perak spot (XAG/USD) sekitar US$75,41 per troy ounce.
TD Securities menilai harapan kesepakatan AS–Iran memang memberi bantalan, namun situasi tetap rapuh dan tekanan inflasi masih membayangi logam mulia. Dalam beberapa bulan terakhir, perang mendorong lonjakan energi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, yang menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Kekhawatiran inflasi energi juga disorot oleh sejumlah pejabat, termasuk Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda yang memperingatkan kenaikan harga minyak dapat memperburuk prospek inflasi Jepang. Dengan latar inflasi global yang masih sensitif, pasar cenderung tetap menimbang skenario “higher for longer” sambil menunggu perkembangan konkret negosiasi AS–Iran dan arah data inflasi berikutnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id