Emas Bertahan Usai Sinyal Kemajuan Deal AS-Iran
Harga emas bertahan menguat setelah muncul tanda-tanda kemajuan pembicaraan AS dan Iran untuk membuka kembali akses Selat Hormuz dan memulihkan aliran minyak, yang dinilai dapat meredakan kekhawatiran inflasi.
Bullion diperdagangkan di sekitar US$4.560 per ounce, setelah naik 1,4% pada sesi sebelumnya. Di Singapura, spot gold turun tipis 0,2% ke US$4.561,16 pada pukul 07.56 waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan pembicaraan mengenai kesepakatan sementara untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di jalur penting itu “berjalan dengan baik.” Pasar membaca potensi pemulihan pasokan energi sebagai faktor yang bisa menahan tekanan harga dan mengurangi dorongan inflasi.
Namun, risiko gangguan tetap tinggi. Iran disebut meminta agar penghentian konflik di Lebanon masuk dalam bagian kesepakatan, sementara media lokal melaporkan adanya ledakan di Selat Hormuz pada rute transit yang disetujui Teheran. Di sisi lain, Israel menyatakan akan meningkatkan serangan terhadap Hezbollah meski pembicaraan AS-Iran berlangsung.
Emas telah melemah sekitar 13% sejak konflik pecah pada akhir Februari. Saat harga energi melonjak, pelaku pasar meningkatkan taruhan kenaikan suku bunga karena inflasi dinilai berisiko naik, sementara suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Di pasar lain, perak turun 0,5% ke US$77,69, sedangkan platinum dan palladium relatif stabil. Indeks dolar Bloomberg juga cenderung datar setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya. Sejumlah pelaku pasar menilai pemulihan emas yang lebih bertahan membutuhkan perubahan dinamika korelasi dengan aset berisiko, sementara perhatian jangka dekat tetap tertuju pada perkembangan negosiasi Hormuz dan potensi eskalasi di kawasan.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id