Emas Turun Tipis, Bertahan di US$4.500 Saat Pasar Pantau Gencatan Senjata
Emas bergerak turun tipis pada Selasa (19/05), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya, seiring pasar memantau perkembangan terbaru terkait gencatan senjata AS-Iran. Pergerakan harga sempat berfluktuasi sebelum melemah dan bertahan sedikit di atas area US$4.500 per troy ounce.
Spot gold tercatat turun 0,5% menjadi US$4.544 per ounce pada pukul 09.13 waktu London. Logam mulia lain ikut terkoreksi, dengan perak turun 2,2% ke US$76,05, sementara platinum dan palladium juga melemah.
Tekanan utama datang dari bertahannya imbal hasil Treasury AS di sekitar level tertinggi beberapa tahun, di saat harga energi yang masih tinggi terus menjaga kekhawatiran inflasi. Kombinasi yield tinggi dan biaya pinjaman yang lebih mahal biasanya mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, sementara indeks dolar naik 0,2% yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa ia telah mengotorisasi gelombang serangan baru terhadap Iran pekan ini, namun menahan langkah tersebut setelah para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta waktu tambahan untuk memberi ruang pada jalur diplomasi. Dinamika yang cepat berubah ini membuat pasar terus menilai ulang premi risiko yang melekat pada aset lindung nilai.
Sejak fase awal perang, emas disebut bergerak dalam rentang relatif sempit setelah sebelumnya sempat jatuh tajam, ketika kekhawatiran inflasi mulai dimoderasi oleh peluang pelonggaran moneter akibat risiko perlambatan pertumbuhan. Bullion tercatat turun hampir 14% sejak konflik pecah. Menurut Vasu Menon dari Oversea-Chinese Banking Corp., ketidakpastian situasi Timur Tengah bersama arah harga minyak dan yield obligasi masih berpotensi membebani emas dalam jangka pendek, meski emas tetap dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap ketidakpastian global yang lebih luas. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id