• Thu, May 14, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 May 2026 23:17  |

Emas Turun, PPI AS Panas Angkat Yield

Harga emas melemah pada Rabu setelah data terbaru AS menunjukkan kebangkitan inflasi di tingkat produsen, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Emas batangan sempat turun hingga 1% seiring pasar kembali menyesuaikan ekspektasi kebijakan yang lebih agresif.

Indeks harga produsen (PPI) AS naik 6% dibanding setahun sebelumnya, melampaui seluruh perkiraan dalam survei ekonom Bloomberg. Kenaikan bulanan juga tercatat sebagai yang paling tajam sejak 2022. Ukuran inti yang mengecualikan makanan dan energi meningkat 5,2% dari April 2025, menjadi kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun, di tengah konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya transportasi barang.

Sejalan dengan itu, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik mendekati level tertinggi sejak Juli, sementara indeks spot dolar Bloomberg naik 0,1%. Kombinasi yield dan dolar yang lebih tinggi menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Meski koreksi berlanjut, emas masih bergerak dalam kisaran ketat setelah sempat jatuh tajam di awal perang Iran, ketika pasar berfluktuasi antara risiko inflasi yang menahan peluang pelonggaran dan kekhawatiran pertumbuhan yang pada akhirnya bisa mendorong kebijakan lebih akomodatif. Di sisi lain, India menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi sekitar 15% dari 6%, langkah yang disebut untuk menjaga mata uang dan memperkuat cadangan devisa.

Pada 11:30 pagi waktu New York, emas spot turun 0,6% menjadi US$4.688,16 per ons. Perak naik 2,1% menjadi US$88,24 dan telah naik 19% sepanjang Mei, dengan pasar disebut mendapat dukungan dari pembelian di China, termasuk aktivitas pembelian stabil di Bursa Berjangka Shanghai menurut TD Securities. Platinum dan paladium sama-sama menguat.

Pasar kini memantau arah inflasi grosir dan transmisi ke inflasi konsumen, pergerakan yield Treasury dan dolar, serta dampak konflik Timur Tengah terhadap biaya energi dan logistik yang berpotensi menjaga tekanan harga tetap tinggi.(gn)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai