Emas Menguat, Ketegangan Iran Masih Membayangi
Harga emas kembali bergerak naik setelah sebelumnya sempat tertekan oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran inflasi energi. Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset aman masih tetap kuat di tengah situasi global yang belum stabil, terutama setelah ketegangan AS–Iran kembali memanas.
Sentimen utama masih datang dari kebuntuan proposal damai AS–Iran. Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington, membuat pasar kembali mencemaskan risiko gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong harga minyak Brent sempat naik ke atas US$103 per barel dan menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi.
Meski emas mendapat dukungan dari permintaan safe haven, kenaikannya masih dibatasi oleh kekhawatiran bahwa harga minyak yang tinggi dapat mendorong inflasi AS kembali naik. Jika inflasi energi bertahan, The Fed berpotensi menunda pemangkasan suku bunga lebih lama, sehingga menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Reuters mencatat pasar kini juga menunggu data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya.
Ke depan, pergerakan emas kemungkinan masih akan sangat sensitif terhadap tiga faktor utama: perkembangan perang AS–Iran, arah harga minyak, dan data inflasi AS. Jika ketegangan geopolitik meningkat, emas berpeluang melanjutkan penguatan. Namun jika dolar AS dan imbal hasil obligasi kembali naik karena ekspektasi suku bunga tinggi, reli emas bisa tertahan.(CP)
Sumber: Newsmaker.id