Existing Home Sales AS Naik, Tertekan Yield dan Suku Bunga KPR
Penjualan rumah bekas (existing home sales) di AS naik tipis 0,2% pada April 2026 ke laju tahunan 4,02 juta unit, pulih dari level terendah tujuh bulan pada periode sebelumnya. Namun capaian itu sedikit di bawah konsensus 4,05 juta unit, di tengah tekanan suku bunga KPR yang lebih tinggi setelah lonjakan harga energi mendorong kenaikan yield Treasury tenor panjang.
Secara regional, pelemahan penjualan di kawasan Barat menjadi penahan utama, turun 2,6% menjadi 750 ribu unit. Kenaikan di Midwest sebesar 2,2% menjadi 950 ribu unit membantu mengimbangi, tetapi belum cukup untuk mendorong hasil agregat melampaui ekspektasi.
Dari sisi suplai, inventori naik 5,8% menjadi 1,47 juta unit, setara 4,4 bulan pasokan. Kenaikan inventori biasanya memberi ruang bagi pembeli dan dapat meredakan tekanan harga, namun transmisi dari yield yang lebih tinggi ke suku bunga KPR tetap menjadi faktor yang berpotensi membatasi pemulihan permintaan.
National Association of Realtors (NAR) menilai hasil April tetap relatif optimistis, dengan alasan perbaikan bertahap pada keterjangkauan. Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun menyebut penjualan “terdorong secara moderat” oleh membaiknya affordability, dengan suku bunga KPR lebih rendah dibanding setahun lalu dan pertumbuhan pendapatan rata-rata disebut melampaui kenaikan harga rumah, meski sinyal makro masih campuran termasuk pasar saham yang berada di level tinggi dan kepercayaan konsumen yang rendah.(yds)
Sumber: Newsmaker.id