Dolar Berpotensi Turun Jika Selera Risiko Meningkat
Dolar AS berpotensi melemah dalam beberapa bulan ke depan jika selera risiko (risk appetite) membaik, menurut catatan strategis Morgan Stanley. Mereka menilai reli ekuitas yang ditopang earnings AS membuka ruang bagi sentimen risk-on untuk menekan dolar, dengan indeks DXY saat ini bergerak datar di sekitar 97,903.
Namun, skenario pelemahan tersebut bergantung pada jalur data AS yang relatif “tepat”: tidak terlalu lemah hingga memicu revisi turun proyeksi laba perusahaan, tetapi juga tidak terlalu kuat hingga menghidupkan kembali pembahasan kenaikan suku bunga The Fed. Artinya, arah dolar dinilai sensitif terhadap kombinasi data makro yang memengaruhi ekspektasi kebijakan dan prospek earnings.
Di luar sentimen risiko, Morgan Stanley melihat dolar bisa memperoleh dukungan dari penyempitan diferensial suku bunga antara The Fed dan European Central Bank (ECB), yang biasanya memengaruhi arus modal dan posisi valuta utama. Jika diferensial tersebut terkompresi tanpa mengubah narasi pertumbuhan secara tajam, dukungan terhadap dolar bisa menahan pelemahan yang terlalu dalam.
Morgan Stanley menyatakan proyeksi DXY menuju 95,000, tetapi menekankan variabel pemantau tetap berada pada kualitas data AS berikutnya dan implikasinya terhadap dua kanal utama: revisi ekspektasi earnings serta repricing jalur suku bunga The Fed.(yds)
Sumber: Newsmaker.id