Wall Street Datar, Pasar Uji Dampak Kenaikan Minyak
Indeks saham AS bergerak variatif dan cenderung datar pada Senin (11/5), saat pasar menimbang risiko ekonomi dari harga minyak yang tinggi serta ruang kelanjutan reli bertema AI. S&P 500, Nasdaq 100, dan Dow bergerak di sekitar level penutupan sebelumnya, dengan S&P 500 dan Nasdaq 100 menguji area rekor.
Sentimen juga dibayangi perkembangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyebut counteroffer Iran terkait kesepakatan damai “tidak dapat diterima”, memperpanjang konflik yang menghambat aliran tanker dan kapal dari kawasan Teluk Persia. Meski harga energi dan imbal hasil obligasi meningkat, ekuitas tetap bertahan dekat rekor menyusul reli yang didorong musim laporan kinerja emiten.
Rotasi sektor terlihat jelas di kelompok teknologi besar: saham AI hyperscalers melemah, dengan Meta, Tesla, dan Microsoft disebut turun hingga 1–2%, sementara produsen chip menguat, termasuk AMD, Nvidia, dan Broadcom yang naik hingga sekitar 2%. Amazon dan Alphabet juga melemah tipis di tengah penerbitan kredit berdenominasi valuta asing.
Di luar tema AI dan energi, saham sektor kesehatan menguat, dengan Moderna dan Pfizer melonjak seiring meningkatnya kekhawatiran terkait potensi wabah hantavirus. Ke depan, pasar cenderung memantau apakah kenaikan harga energi berlanjut dan mendorong inflasi serta yield lebih tinggi, karena kombinasi itu dapat menguji ketahanan valuasi saham-saham berisiko di dekat level tertinggi terbaru.(yds)
Sumber: Newsmaker.id