Dolar Melemah, Harapan Talk AS–Iran dan Isu The Fed Tekan Greenback
Dolar AS turun pada Jumat (24/4) setelah muncul sinyal AS dan Iran mulai bergerak menuju pembicaraan usai beberapa hari kebuntuan, memicu harapan jalur diplomatik untuk meredakan perang. Tekanan dolar bertambah setelah Departemen Kehakatan (DOJ) menyatakan menghentikan investigasi terhadap Federal Reserve, yang dinilai membuka jalan bagi kandidat pilihan Presiden Donald Trump, Kevin Warsh, untuk melaju sebagai Ketua The Fed dan berpotensi mendorong arah kebijakan yang lebih dovish.
Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%, memangkas kenaikan pekan ini menjadi sekitar 0,3% setelah tiga pekan penurunan. Data CFTC menunjukkan investor non-komersial memangkas posisi long dolar untuk pekan kedua berturut-turut: taruhan bullish turun menjadi sekitar US$11,6 miliar dari US$14,6 miliar pada pekan sebelumnya. Namun, pelaku pasar masih menjaga skeptisisme; Rabobank menilai jarak posisi negosiasi AS–Iran masih lebar sehingga ruang kekecewaan tetap besar.
Di FX, NZD/USD melonjak 0,5% ke 0,5881 dan GBP/USD naik 0,5% ke 1,3530, sementara EUR/USD menguat 0,3% ke 1,1716. USD/JPY turun 0,2% ke 159,42 setelah Menkeu Jepang Satsuki Katayama kembali memberi peringatan siap bertindak tegas terhadap pergerakan spekulatif. Pekan depan, pasar juga akan dihadapkan pada rapat kebijakan bank sentral utama—BoJ, The Fed, BoC, ECB, dan BoE—yang berpotensi memperlebar volatilitas mata uang. (Arl)*
Sumber: Newsmaker.id