Trump: Kesepakatan Iran “Sangat Menjanjikan”, Pasar Tetap Pantau Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengatakan prospek kesepakatan dengan Iran “terlihat sangat baik” saat kedua pihak berdiskusi untuk memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan. Trump menyebut pembicaraan Washington–Teheran bisa berlanjut akhir pekan ini, meski ia juga menilai kesepakatan dapat tercapai “segera” tanpa perlu memperpanjang gencatan senjata.
Trump mengklaim Iran telah menyetujui sejumlah syarat yang selama ini ditolak, termasuk meninggalkan ambisi senjata nuklir dan menyerahkan material nuklir, serta mencakup pembukaan Selat Hormuz. Namun, Teheran belum mengonfirmasi konsesi tersebut, dan sebagian pemimpin Teluk serta Eropa menilai proses menuju kesepakatan damai bisa memakan waktu sekitar enam bulan.
Di pasar energi, fokus tetap pada arus Selat Hormuz. Brent naik lebih dari 4% mendekati US$99 per barel, sementara harga fisik (dated Brent) disebut jauh lebih tinggi di sekitar US$116 per barel karena pasokan jangka dekat ketat. Premi risiko bertahan karena kekhawatiran negosiasi bisa lebih lama dan hambatan pemulihan arus energi tidak cepat hilang.
Situasi keamanan masih menegang: blokade laut AS memasuki hari keempat dan US Central Command menyebut 14 kapal berbalik dalam tiga hari. Iran memperingatkan blokade berkepanjangan bisa dipandang sebagai awal pelanggaran gencatan senjata, sementara AS menyatakan kesiapan kembali bertempur bila diperintahkan. Di sisi regional, Trump juga mengumumkan Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata 10 hari, yang dinilai dapat memberi momentum diplomatik, tetapi risiko gangguan energi dan pasokan lain seperti pupuk masih menjadi perhatian.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id