Emas Pangkas Kenaikan, Pasar Mengkaji Kemajuan Gencatan Senjata Perang Iran
Harga emas memangkas kenaikan pada perdagangan Kamis (16/4) setelah pelaku pasar menimbang kemajuan potensi kesepakatan AS–Iran, meski Selat Hormuz masih efektif tertutup. Bullion sempat naik di awal sesi, namun berbalik melemah setelah Iranian Students’ News Agency melaporkan rencana pungutan (toll) Hormuz Iran akan dibayarkan melalui bank-bank Iran, menambah ketidakpastian di Timur Tengah.
Tekanan juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi, yang cenderung membebani emas karena tidak memberikan bunga. Pada saat yang sama, kontrak acuan minyak AS bertahan di atas US$94 per barel, sementara pasar saham turun dari rekor tertinggi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan prospek kesepakatan dengan Iran “terlihat sangat baik” saat kedua pihak berdiskusi untuk memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan. Trump menyebut pembicaraan Washington–Teheran dapat kembali berlanjut akhir pekan ini, di tengah upaya Pakistan yang meningkatkan mediasi agar gencatan senjata diperpanjang dan negosiasi menuju perdamaian yang lebih permanen mendapat waktu tambahan.
Di pasar, optimisme dalam beberapa hari terakhir mendorong sejumlah bursa memulihkan kerugian masa perang dan kembali ke rekor, namun emas dinilai masih memperoleh dukungan dari volatilitas dan risiko geopolitik. Ketua ACG Metals Artem Volynets mengatakan peristiwa geopolitik dapat memicu pembelian emas oleh bank sentral seiring sebagian pihak berupaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar swap masih memperkirakan Federal Reserve menahan suku bunga tahun ini, sejalan dengan komentar pejabat Fed St. Louis Alberto Musalem dan Fed Cleveland Beth Hammack. Standard Chartered menilai emas “belum sepenuhnya aman” karena gencatan senjata masih rapuh dan fokus pasar bergeser ke imbal hasil riil, sementara respons kebijakan menjadi kunci di tengah tarik-menarik risiko inflasi dan perlambatan pertumbuhan.
Emas tercatat turun sekitar 9% sejak perang dimulai akibat tekanan likuiditas pada fase awal konflik, namun arus dana mulai membaik. ETF berbasis emas menambah sekitar 25 ton sepanjang bulan ini setelah memangkas sekitar 94 ton pada Maret. Pada pukul 14.19 waktu New York, emas spot hampir tidak berubah di US$4.791,07 per ons, sementara perak, platinum, dan paladium melemah, dan Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id