Perak Naik Tajam, Sentimen Damai Redakan Inflasi
Harga perak melanjutkan penguatan pada sesi AS Jumat (17/4), diperdagangkan di kisaran US$82 per troy ounce setelah Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” bagi lalu lintas komersial selama periode gencatan senjata 10 hari Israel–Lebanon, dengan rute pelayaran tetap harus mengikuti jalur “terkoordinasi” yang ditetapkan otoritas Iran.
Pengumuman itu memicu koreksi tajam di energi—Brent dan WTI sama-sama turun sekitar 11%—yang untuk sementara meredakan tekanan inflasi dari guncangan pasokan dan membantu menurunkan imbal hasil serta melemahkan dolar. Lingkungan seperti ini cenderung mendukung logam mulia, termasuk perak, karena biaya peluang memegang aset non-yielding menurun saat yield melemah.
Namun risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. AS menegaskan blokade terhadap Iran tetap berlaku di tengah proses negosiasi yang masih berjalan, sehingga pasar masih sensitif terhadap headline implementasi di Hormuz dan kelanjutan diplomasi. Fokus berikutnya adalah bukti pemulihan arus kapal secara nyata dan arah harga energi setelah penurunan tajam hari ini.(Arl)
Sumber: Newsmaker.id