Emas Merosot usai AS Siapkan Blokade Hormuz
Harga emas turun tajam pada Senin setelah pembicaraan damai AS-Iran berakhir tanpa terobosan dan rencana Washington memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat jatuh hingga 2,2% dan menembus di bawah US$4.650 per troy ounce, menghapus kenaikan pekan sebelumnya.
Militer AS mengatakan blokade akan mulai diterapkan pukul 10.00 waktu Timur (ET) pada Senin, setelah negosiasi akhir pekan gagal mengamankan kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi perdamaian berkelanjutan. Harga minyak dan gas melonjak, sementara Presiden Donald Trump juga menyatakan AS akan mencegat kapal yang membayar pungutan kepada Iran untuk “lintasan aman” di Hormuz, jalur yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dan LNG dunia.
Sentimen pasar berbalik defensif: futures saham melemah dan indeks dolar menguat hingga 0,5%, menjadi tekanan tambahan bagi emas yang dihargakan dalam dolar. Lonjakan energi sekaligus meningkatkan risiko inflasi, membuat pasar menilai bank sentral cenderung menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan pengetatan lanjutan. Kanal suku bunga ini biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Dampak perang terhadap ekonomi AS juga mulai terlihat pada data inflasi. Inflasi Maret dilaporkan naik paling tinggi dalam hampir empat tahun, dengan lonjakan harga bensin menyumbang hampir tiga perempat kenaikan bulanan, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat.
Sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, emas turun lebih dari 11%. Pada fase awal konflik, tekanan likuiditas mendorong sebagian investor melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain. Dalam beberapa pekan terakhir, emas sempat memulihkan sebagian penurunan karena pasar mulai menimbang risiko perlambatan pertumbuhan yang dapat menahan ekspektasi suku bunga tinggi.
Daniel Hynes, senior commodity strategist di ANZ Banking Group, mengatakan perubahan fokus ke risiko pertumbuhan masih dapat memberi penopang meski emas jatuh di awal pekan. Ia memperkirakan emas bisa kembali menguji level terendah pekan lalu di sekitar US$4.650, tetapi berpotensi bertahan di area tersebut jika tidak ada eskalasi lanjutan yang mendorong kenaikan yield dan dolar lebih jauh.
5 Poin Inti :
- Emas sempat jatuh 2,2% ke bawah US$4.650/oz usai negosiasi AS-Iran buntu.
- AS akan mulai blokade terkait pelabuhan Iran pukul 10.00 ET, Hormuz kembali jadi pusat risiko.
- Minyak dan gas melonjak, dolar menguat; kombinasi ini menekan emas lewat kanal FX dan yield.
- Lonjakan energi memperbesar risiko inflasi, mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dan membebani emas.
- Emas masih turun sejak akhir Februari pasar menunggu apakah risiko growth bisa menahan pelemahan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id