Negosiasi Gagal, Risiko Energi Timur Tengah Naik
Harga minyak dan dolar AS menguat pada Senin (13/04) setelah pembicaraan AS–Iran gagal menghasilkan kesepakatan, membuat gencatan senjata yang rapuh kembali dipertanyakan dan belum memberi jalan keluar bagi gangguan ekspor energi Timur Tengah. S&P 500 futures turun sekitar 1% di awal perdagangan, mencerminkan kembalinya sentimen risk-off.
Brent melonjak sekitar 8% ke kisaran US$103 per barel, sementara euro melemah sekitar 0,5% ke US$1,1672. Bursa Asia bergerak turun namun relatif terbatas karena investor menahan posisi besar sambil menunggu sinyal apakah masih ada peluang penyelesaian negosiasi bagi konflik enam minggu yang telah mendorong harga minyak lebih dari 30%.
Perundingan maraton di Islamabad berakhir buntu dan AS mengumumkan blokade pelabuhan Iran, yang dinilai bertujuan menekan ekspor minyak Iran atau menghentikan praktik pungutan (toll) untuk melintas di Selat Hormuz. Laporan The Wall Street Journal menyebut Trump dan penasihatnya mempertimbangkan opsi serangan terbatas ke Iran, meski belum ada laporan serangan baru pada awal sesi Asia.
MST Marquee menilai pasar kini kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, dengan tambahan risiko bahwa AS akan memblokir hingga sekitar 2 juta barel per hari aliran terkait Iran melalui Hormuz. Pertanyaan kunci berikutnya adalah apakah AS kembali melakukan serangan, yang dapat meningkatkan risiko serangan balasan ke infrastruktur energi kawasan dan memperpanjang dampak ke pasokan serta harga.
Tekanan risk-off juga terlihat di aset lain: futures Treasury AS melemah, emas turun hampir 2%, dan mata uang sensitif risiko seperti dolar Australia serta poundsterling terkoreksi. Investor mulai menimbang kebangkitan kembali risiko inflasi energi yang dapat mendorong bank sentral—seperti ECB dan Bank of England—lebih condong ke arah pengetatan, berbalik dari ekspektasi pra-perang yang lebih akomodatif. Trump juga mengakui harga minyak dan bensin bisa tetap tinggi hingga pemilu paruh waktu November, menyoroti potensi biaya politik dari konflik.
5 Poin Inti:
- Pembicaraan AS–Iran di Islamabad buntu; gencatan senjata kembali rapuh dan risiko Hormuz naik.
- Brent melonjak ~8% ke sekitar US$103; S&P 500 futures turun ~1% di awal sesi.
- AS umumkan blokade pelabuhan Iran, dinilai menekan ekspor dan/atau pungutan lintas Hormuz.
- Pasar menunggu apakah AS akan lanjut ke opsi serangan terbatas; risiko infrastruktur energi kawasan meningkat.
- Risk-off meluas: dolar menguat, emas turun, AUD/GBP melemah; ekspektasi inflasi energi dorong “higher for longer”. (asd)
Sumber: Newsmaker.id