Emas Tertahan, De-Eskalasi Timur Tengah Tekan Harga
Harga emas (XAU/USD) menunjukkan kenaikan yang terbatas pada hari Selasa(31/3), didorong oleh harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, aksi harga emas tetap terjebak dalam rentang perdagangan satu minggu, mencerminkan ketidakpastian yang tinggi di kalangan pedagang akibat sinyal yang campur aduk terkait perkembangan geopolitik. Dolar AS (USD) yang menguat juga menjadi hambatan bagi harga emas, yang diperdagangkan di sekitar $4.483 setelah sempat naik di atas $4.600. Dolar AS diperdagangkan sedikit melemah pada level 100,33, meskipun sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sepuluh bulan di 100,64.
Ketegangan Timur Tengah tetap menjadi faktor yang membebani pasar, dengan laporan Wall Street Journal yang mengungkapkan bahwa Presiden Trump bersedia mengakhiri operasi militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup. Hal ini meningkatkan harapan bahwa konflik bisa segera berakhir. Namun, Trump menegaskan bahwa tujuan utama AS adalah mengurangi kemampuan angkatan laut dan rudal Iran serta melanjutkan tekanan diplomatik untuk memulihkan aliran perdagangan, menjaga ketegangan tetap tinggi. Sementara itu, Iran mengusulkan tarif pada pengiriman melalui Selat Hormuz, yang semakin memperumit situasi.
Harga minyak yang tetap tinggi dan inflasi yang meningkat telah membuat emas tidak berperilaku seperti aset safe-haven atau lindung nilai inflasi pada umumnya. Sebaliknya, aksi harga emas didorong oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi lebih lama secara global, serta permintaan yang berkelanjutan terhadap USD. Harga emas kini berada dalam jalur untuk mencatat penurunan bulanan terburuk sejak Oktober 2008. CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga 2026. Dalam jangka pendek, emas kemungkinan akan tetap dalam rentang dengan bias sedikit turun kecuali ada akhir yang jelas dari konflik AS-Iran.
Penyebab: Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan AS, Iran, dan Israel, serta ketidakpastian terkait kebijakan moneter The Fed, memberikan dampak langsung pada pergerakan harga emas.
Akibat: Ketegangan ini membuat emas tidak berfungsi sepenuhnya sebagai safe-haven, dengan harga emas tertekan oleh kenaikan suku bunga dan penguatan dolar AS.(alg)
Sumber: Newsmaker.id