• Tue, Mar 31, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 March 2026 08:46  |

Gempar! Harga Emas Terbang, Trump Siap Mengakhiri Perang, Real of Fake?

Harga emas melanjutkan kenaikannya untuk hari kedua berturut-turut, dipicu oleh laporan bahwa Presiden AS Donald Trump siap mengakhiri perang dengan Iran bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup. Logam mulia ini naik 2.20%, mendekati $4.619 per ons, disesi Asia, setelah naik 0,4% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada para pembantunya bahwa ia bersedia mengakhiri kampanye militer AS di Iran, bahkan jika Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup, meningkatkan harapan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang di AS tampaknya terkendali, meskipun lonjakan harga minyak yang dipicu oleh perang telah mendorong tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Powell menambahkan bahwa kebijakan bank sentral saat ini berada di "tempat yang baik bagi kita untuk menunggu dan melihat." Situasi ini telah menarik pembeli emas yang memanfaatkan penurunan harga logam mulia setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Sementara itu, ketegangan geopolitik terus meningkat. Gedung Putih telah mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur sipil yang penting. Sementara itu, Teheran telah menyetujui undang-undang yang mengenakan biaya pada kapal yang melewati Selat Hormuz dan mendesak militan Houthi Yaman untuk bersiap menghadapi kampanye baru melawan pelayaran di Laut Merah. Iran juga menyerang kapal tanker minyak Kuwait di Dubai, seperti yang dilaporkan oleh Kuwait Petroleum Corp. pada hari Selasa.

Kekhawatiran tentang potensi konflik yang berkepanjangan dan kenaikan harga energi semakin meningkat, yang dapat mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga guna menekan inflasi. Ini adalah kabar buruk bagi logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas. Tekanan ini, dikombinasikan dengan krisis likuiditas di pasar keuangan global, telah membuat emas berada di jalur penurunan bulanan sekitar 13%, yang akan menjadi penurunan terbesar sejak krisis keuangan global.

Pada pukul 09.23 waktu Singapura, harga emas spot naik 1,6% menjadi $4.581 per ons. Perak juga melonjak 3,6% menjadi $72,59 per ons. Platinum dan paladium juga mencatat kenaikan. Indeks Spot Dolar Bloomberg tetap hampir tidak berubah setelah menutup sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,3%.

Ke depannya, perkembangan terkait kebijakan suku bunga Fed dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan tetap menjadi faktor kunci yang perlu diperhatikan. Jika ketidakpastian geopolitik berlanjut, hal itu dapat berdampak lebih lanjut pada pasar energi dan logam mulia, sementara investor akan terus memantau kebijakan suku bunga Federal Reserve. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com NM23 Ai