Perak Naik Ditengah Harapan De-eskalasi dan Prospek Inflasi yang Lebih Rendah
Harga perak (XAG/USD) melonjak pada hari Selasa (31/3) dan diperdagangkan sekitar $73,70, naik 5,14% dalam sehari.
Logam mulia ini mendapat manfaat dari pelemahan Dolar AS (USD) dan optimisme pasar yang kembali terbangun setelah laporan yang menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar tertutup.
Menurut laporan Wall Street Journal, Donald Trump memberi tahu para pembantunya bahwa ia terbuka untuk mengejar resolusi diplomatik dengan Iran. Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat pemerintah AS percaya bahwa memaksa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memerlukan perpanjangan operasi militer jauh melampaui perkiraan awal yang memperkirakan durasi empat hingga enam minggu.
Secara teori, meredanya ketegangan geopolitik biasanya akan mengurangi permintaan untuk aset safe-haven seperti Perak.
Namun, logam putih ini justru menunjukkan performa yang lebih baik karena pasar mengharapkan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah dapat menurunkan harga minyak, yang membantu meredakan ekspektasi inflasi global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id