• Thu, Apr 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 March 2026 10:38  |

Emas Menguat ke Puncak Mingguan Terbaru Setelah Sinyal Damai dari Trump

Harga emas (XAU/USD) menarik pembeli untuk hari ketiga berturut-turut dan melesat ke level tertinggi dalam satu setengah minggu selama sesi Asia pada hari Selasa (31/3). Meskipun demikian, harga emas kesulitan untuk bertahan di atas level $4.600 per ons. Kenaikan harga ini dipicu oleh laporan yang menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump bersedia untuk mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz tetap sebagian besar ditutup. Pernyataan ini memicu penurunan harga minyak mentah, yang pada gilirannya mengurangi kekhawatiran inflasi dan menekan imbal hasil obligasi AS, sehingga mendorong aksi ambil untung terhadap USD dan memberikan keuntungan bagi emas.

Namun, Iran menunjukkan keraguan untuk terlibat dalam negosiasi langsung dengan AS, menyoroti kemajuan diplomatik yang rapuh. Selain itu, AS masih mengirimkan pasukan tambahan ke wilayah tersebut, menambah ketidakpastian dan meredam harapan untuk de-eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Hal ini seharusnya mendukung harga minyak mentah dan menjaga risiko inflasi tetap ada, yang pada gilirannya memperkuat taruhan untuk kenaikan suku bunga secara global, yang dapat membatasi kenaikan emas.

Trader saat ini tampaknya telah sepenuhnya menghapus kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga lebih lanjut dari bank sentral AS, dan sebaliknya, semakin meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini. Prospek ini mendukung munculnya pembelian saat harga turun (dip-buying) pada USD, yang dapat membatasi kenaikan harga emas. Oleh karena itu, para trader disarankan untuk menunggu adanya pembelian lanjutan yang kuat sebelum memposisikan diri untuk melanjutkan pemulihan solid baru-baru ini dari rata-rata pergerakan sederhana 200-hari (SMA) di sekitar level $4.100, yang merupakan level terendah empat bulan yang tercatat minggu lalu.

Di sisi lain, trader kini mengalihkan perhatian mereka pada data ekonomi AS yang akan dirilis, termasuk laporan JOLTS Job Openings dan Consumer Confidence Index dari Conference Board. Data ini, bersama dengan pidato anggota FOMC yang berpengaruh, diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan USD dan memberikan dorongan bagi harga emas. Namun, fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan geopolitik yang akan terus memainkan peran penting dalam menciptakan volatilitas di pasangan XAU/USD.

Dengan ketegangan geopolitik yang masih membayangi dan ekspektasi kebijakan moneter yang hawkish, harga emas diperkirakan akan tetap rentan terhadap fluktuasi. Oleh karena itu, perhatian harus diberikan pada perkembangan lebih lanjut di Timur Tengah serta kebijakan suku bunga yang diambil oleh bank sentral besar lainnya. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai