Dolar AS Mencatat Kenaikan Terbaik!
Dolar AS mencatatkan kinerja terbaiknya sejak September 2022, didorong oleh ketidakpastian global yang berasal dari perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Konflik ini telah mengganggu pasar energi dan mendorong investor untuk beralih ke dolar AS, yang dianggap sebagai mata uang teraman di dunia.
Indeks Spot Dolar Bloomberg telah naik sekitar 3% bulan ini, mencerminkan kinerja dolar yang kuat. Lonjakan harga energi global, ditambah dengan peran AS sebagai produsen minyak terbesar, semakin mendukung kekuatan dolar. Selain itu, memudarnya ekspektasi pertumbuhan global juga berkontribusi pada kekuatan mata uang tersebut.
"Reli dolar ini sebagian besar didorong oleh investor yang mencari perlindungan di tengah melemahnya proyeksi pertumbuhan global," kata Noah Buffam, seorang ahli strategi di CIBC Capital Markets. Penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, telah menyoroti ketergantungan Eropa dan Jepang pada impor minyak dan gas alam, mendorong investor untuk beralih ke dolar.
Pergeseran sentimen ini telah menyebabkan pembalikan signifikan dalam posisi investasi. Sebelumnya, banyak pedagang telah memprediksi pelemahan dolar, tetapi taruhan tersebut dengan cepat ditinggalkan. Akibatnya, investor sekarang memegang lebih dari $7 miliar dalam taruhan bullish pada dolar, jumlah tertinggi sejak Desember 2022.
Beberapa bank besar, termasuk JPMorgan Chase & Co. dan Goldman Sachs, sekarang mempertimbangkan kembali prediksi mereka tentang dolar yang lebih lemah. Namun, peristiwa global yang tidak dapat diprediksi membuat analis kesulitan untuk memperbarui proyeksi mereka dengan pasti.
Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini memudar, karena kekhawatiran inflasi telah muncul kembali. Di pasar opsi, sebagian besar taruhan untuk bulan depan mendukung dolar, meskipun perkiraan jangka panjang menunjukkan kekuatannya mungkin memudar.
Meskipun demikian, beberapa investor tetap berhati-hati. Perusahaan seperti Invesco Ltd. dan Barclays Plc telah memperingatkan bahwa perang ini dapat memicu diskusi baru tentang kemungkinan pengalihan investasi dari pasar AS dan dolar karena kekhawatiran atas keputusan politik AS di bawah Presiden Donald Trump.
Nathan Thooft, manajer portofolio senior di Manulife Investment Management, menjelaskan, "Daya tarik dolar sebagai aset aman sudah tercermin dalam harga saat ini, dan kami memperkirakan tren pelemahan dalam waktu dekat." (asd)
Sumber: Newsmaker.id