Dolar Bangkit Lagi Ketika Harapan Damai Iran Mulai Pudar
Dolar Amerika Serikat kembali menguat setelah pidato terbaru Presiden Donald Trump membuat pelaku pasar mengurangi optimisme terhadap peluang meredanya konflik Iran dalam waktu dekat. Sebelumnya, investor sempat berharap Washington akan memberi sinyal yang lebih jelas menuju de-eskalasi. Namun, pernyataan Trump justru dinilai belum cukup menenangkan dan membuat pasar kembali bergerak ke aset aman.
Penguatan dolar mencerminkan perubahan sentimen yang cukup cepat. Saat pasar melihat risiko geopolitik belum benar-benar mereda, minat terhadap aset berisiko mulai berkurang, sementara greenback kembali dicari sebagai instrumen lindung nilai yang lebih likuid. Situasi ini menunjukkan bahwa dolar masih menjadi salah satu aset utama yang diandalkan investor ketika ketidakpastian global meningkat.
Nada pasar juga ikut dipengaruhi oleh respons terhadap pidato Trump yang dianggap belum memberi peta jalan damai yang tegas. Meski ada pernyataan bahwa konflik bisa mendekati tahap akhir, pasar menilai risiko eskalasi masih terbuka. Akibatnya, arus dana kembali bergerak lebih defensif.
Di saat yang sama, kenaikan harga minyak dan menguatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut memberi tenaga tambahan bagi dolar. Kombinasi ini membuat posisi greenback terlihat lebih kuat dalam jangka pendek, terutama ketika investor mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap inflasi dan arah suku bunga.
Secara keseluruhan, rebound dolar saat ini lebih mencerminkan pasar yang kembali berhati-hati daripada keyakinan bahwa arah ekonomi global benar-benar membaik. Selama konflik Iran masih menyisakan ketidakjelasan dan sentimen pasar tetap rapuh, dolar berpotensi tetap bertahan kuat.(Zaf)
Sumber: Newsmaker.id