Harga Emas Terkoreksi, Prospek Damai Iran Kian Menjauh
Harga emas melemah pada hari Kamis (26/3) setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan aksi militer terhadap Iran menyusul penolakan Teheran atas dorongan pembicaraan damai, mengisyaratkan konflik hampir sebulan itu belum akan cepat berakhir. Bullion sempat turun hingga 2,6% dan diperdagangkan di sekitar $4.400 per ons pada tengah hari di New York, dengan spot gold turun 2,6% ke $4.386,96 pada 12:31 waktu setempat.
Tekanan pada emas mencerminkan transmisi dari lonjakan risiko energi ke ekspektasi suku bunga. Sejak perang dimulai, emas turun lebih dari 15% dan bergerak cenderung seirama dengan saham serta berlawanan arah dengan minyak. Kenaikan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan mendorong pasar mempertimbangkan bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau bahkan menaikkan, yang menjadi hambatan bagi aset non-yielding seperti emas.
Di sisi lain, pasar juga menimbang risiko perlambatan ekonomi AS jika perang berkepanjangan. Wall Street dilaporkan memangkas proyeksi pertumbuhan AS tahun ini sambil menaikkan perkiraan inflasi dan pengangguran, sehingga peluang resesi ikut meningkat dan berpotensi membatasi ruang pengetatan kebijakan moneter.
Arus posisi menunjukkan sentimen yang makin rapuh. Perhitungan Bloomberg menyebut sekitar 85 ton kepemilikan emas di ETF telah ditebus sejak perang dimulai. Standard Chartered memperkirakan bahkan pada $4.500 per ons masih ada 83 ton posisi ETF yang merugi dan rentan dilikuidasi, sekitar $12 miliar berdasarkan harga penutupan Rabu. Aktivitas opsi juga mengindikasikan peningkatan permintaan proteksi downside, dengan biaya put relatif terhadap call naik ke level tertinggi enam tahun, termasuk transaksi put bernilai lebih dari $100 juta pada ETF emas terbesar awal pekan ini.
Tekanan tambahan datang dari pasar fisik dan kebijakan. Bank sentral Turki disebut menjual dan melakukan swap sekitar 60 ton emas (lebih dari $8 miliar) dalam dua pekan setelah perang pecah. Sementara itu, minyak menguat pada Kamis setelah peringatan Trump, dan parlemen Iran mulai menggarap rancangan undang-undang untuk mengenakan biaya pada kapal yang meminta jalur aman di Selat Hormuz—chokepoint energi yang disebut efektif tertutup sejak perang dimulai.
Logam mulia lain ikut melemah: perak turun 5,3% ke $67,45, sementara platinum dan palladium juga turun, di tengah penguatan tipis indeks dolar spot Bloomberg. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id