Emas Menguat saat Pasar Mengkajii Peluang Pembicaraan Gencatan AS–Iran
Harga emas memperpanjang penguatan pada Rabu (25/3) setelah memutus tren turun sembilan hari, ketika pelaku pasar menimbang peluang negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan emas terjadi di tengah sinyal yang saling bertentangan: Gedung Putih menyebut pembicaraan damai masih berjalan, sementara Iran sebelumnya menyatakan secara terbuka menolak proposal ceasefire AS.
Emas sempat naik hingga 2,8%, melanjutkan kenaikan 1,6% pada sesi sebelumnya. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan pada Rabu bahwa pembicaraan damai dengan Iran tetap berlangsung. Namun pernyataan ini berseberangan dengan pesan media pemerintah Iran yang menolak usulan gencatan senjata dari AS.
Meski proposal tersebut ditolak, pasar membaca adanya sinyal bahwa Washington tetap mendorong jalan keluar diplomatik. “Walau ditolak, itu memberi sinyal ke pasar bahwa ada niat dari AS untuk bergerak menuju suatu bentuk resolusi,” kata Helen Amos, analis komoditas di BMO Capital Markets. Menurutnya, upaya AS membuka dialog adalah kunci yang menahan sentimen tetap konstruktif untuk logam mulia.
Amos menambahkan pasar mulai melihat kemungkinan “off-ramp” konflik dalam beberapa pekan ke depan, yang memberi “pantulan yang cukup baik” bagi harga logam mulia. Namun ia mengingatkan belum ada bukti meyakinkan bahwa dana spekulatif akan kembali masuk secara agresif ke pasar emas.
Sejak perang dimulai lebih dari tiga pekan lalu, pergerakan emas cenderung berjalan seiring dengan saham dan bergerak berlawanan arah dengan minyak. Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi dan mendorong pasar menilai bank sentral—termasuk The Fed—akan mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya, kondisi yang biasanya menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Dalam catatan terpisah, Chief Investment Officer UBS Global Wealth Management Mark Haefele menilai pengurangan posisi investor, melemahnya pembelian dari Timur Tengah, serta ekspektasi kenaikan suku bunga turut menekan emas belakangan ini. Namun, UBS melihat sebagian faktor tersebut berpotensi berbalik dalam beberapa bulan mendatang, sehingga koreksi harga emas saat ini dinilai sebagai peluang untuk menambah posisi.
Pada pembaruan terakhir, emas spot naik 1,3% ke $4.534,52/oz pada 14:56 waktu New York. Perak naik 0,9% ke $71,89 setelah ditutup melonjak 3% pada sesi sebelumnya. Platinum menguat, palladium melemah, sementara Bloomberg Dollar Spot Index bergerak naik tipis.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id