Emas Melemah Ditengah Sinyal Diplomasi Masih Simpang Siur
Harga emas turun di bawah $4.500/oz pada Kamis (26/3), memangkas sebagian penguatan dari sesi sebelumnya, ketika pernyataan yang saling bertolak belakang dari Amerika Serikat dan Iran terkait kemungkinan pembicaraan damai kembali mengguncang sentimen pasar.
Washington tetap menyatakan negosiasi sedang berlangsung. Pemerintahan Trump dilaporkan mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran melalui Pakistan, yang bertujuan meredakan konflik sekaligus mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur strategis perdagangan energi global.
Namun Iran menegaskan tidak berniat menggelar pembicaraan dengan AS dan menyatakan akan menolak tawaran gencatan senjata dari Washington. Teheran justru mengajukan syarat sendiri, termasuk tuntutan pengakuan atas kendali kedaulatan Iran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, AS juga memerintahkan pengerahan ribuan personel tambahan ke Timur Tengah, memperbesar kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi berikutnya—termasuk risiko operasi darat. Kombinasi diplomasi yang belum pasti dan penambahan pasukan membuat pasar tetap headline-driven.
Sepanjang bulan ini, emas juga menghadapi tekanan jual kuat seiring lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan dari perang Iran memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut mendorong pasar menilai bank sentral utama akan bersikap lebih hawkish atau menahan suku bunga lebih lama, yang biasanya menekan aset non-yielding seperti emas.
Inti Newsmaker: emas terkoreksi karena pasar belum melihat bukti de-eskalasi yang nyata. Selama status talks masih simpang siur dan risiko inflasi energi tetap tinggi, pergerakan emas berpotensi tetap volatil dan sangat bergantung pada headline.(yds)
Sumber: Newsmaker.id