Emas Anjlok Sesi Ketujuh, Minyak Tinggi dan Sinyal The Fed Tekan Logam Mulia
Harga emas merosot untuk sesi ketujuh pada Kamis, tertekan lonjakan harga energi yang kembali mengangkat risiko inflasi dan mengurangi peluang pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat. Emas sempat jatuh hingga 6% dan menuju rangkaian penurunan terpanjang sejak 2023, sementara perak anjlok lebih dari 10%, mencerminkan tekanan luas pada logam mulia di tengah repricing jalur suku bunga.
Tekanan datang dari kombinasi minyak yang kembali menguat usai serangan terhadap fasilitas energi utama di Teluk Persia dan pesan The Fed yang cenderung ketat. Sehari sebelumnya, The Fed menahan suku bunga dan memproyeksikan hanya satu pemangkasan tahun ini, dengan Jerome Powell menegaskan pelonggaran bergantung pada perlambatan inflasi. Kenaikan biaya energi memperkuat narasi “higher for longer”, yang biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi arus dana, ETF emas dilaporkan mengalami arus keluar berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir, menambah tekanan karena permintaan ETF sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Volatilitas tinggi juga membuat sebagian investor memperlakukan emas lebih sebagai aset likuid untuk kebutuhan margin ketimbang safe-haven murni, terutama setelah reli besar pada awal tahun.
Pada 12:54 siang di London, emas spot turun 5,3% menjadi US$4.564,16 per ons. Perak jatuh lebih dari 10% menjadi US$67,21.(alg)
Sumber: Newsmaker.id